Minggu, 13 Maret 2016

sesuatu dalam mimpi, bisakah ku mencintaimu? (1)

Swalau semua.... lama gak jumpa.... gimana harinya.... dapat berapa duit bulan ini... bagi-bagi dong, aku belum gajian :'v

Kali ini aku mau post cerbung pendek.. sebenarnya sih udah selesai. cuman biar banyak yang baca jadi di mutilasi aja biar banya :v

Terimakasih buat yang udah mau baca post-post--an ku kemaren. walau gak mutu "SAMA SEKALI". paling gak aku senang udah ada yang mau baca... moga suka yah sama cerbung gak jelas ini :v lope lope buat kalian <3 p="">

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa ini? mengapa mereka begitu bahagia? dia, orang yang selama ini kucintai

dalam hati bersama orang yang paling aku benci. mengapa seperti ini? mereka

bercanda bersama, tertawa bahagia. tak terlihat kesedihan di wajah mereka. lalu,

dimana aku? tak terlihat aku dimanapun. apa yang sebenarnya terjadi? apa ini

mimpi? atau ini percikan masa depan? tapi, mengapa begini?

~OoO~

"WAA!!!!" gelakku menggelegar ruangan sempit yang kusebut kamar

"ada apa denganmu? kau membangunkanku sudah lebih dari 3 kali malam ini! apa

yang salah denganmu?" kata Rafi yang terbangun olehku terlihat sangat kesal

"maaf. aku mengalami . . "

"mimpi buruk? itulah yang kau katakan saat kau terbangun sebelum-sebelumnya. apa

sebenarnya yang terjadi dalam mimpimu hingga kau tak bisa tidur tenang?" katanya

"kau tau aku . . . "

"tak akan mungkin menceritakannya. apa kau tak bosan mengatakan hal seperti itu

terus? sudahlah. percuma saja membahas hal ini. kau lebih baik kembali tidur dan

jangan membuat keributan lagi malam ini. jika tidak, kau akan mendapatkan

masalah dariku" katanya lalu menutup wajahnya dengan selimut coklat

kesayangannya

seandainya kau tau, aku baru saja memimpikanmu sedang bercanda ria dengan wanita

itu, kau pasti akan pergi dari sini. tapi, mana mungkin aku mengatakannya, Rafi

~OoO~

"sebenarnya aku sudah ada rencana untuk kuliah di sana" Kata Rafi membuat

jantungku terasa retak

"kau bercanda kan?" kataku tak percaya

"walau aku terlihat biasa-biasa saja, apa salah aku untuk kuliah disana? lagi

pula setelah lulus aku ingin menjadi guru bahasa inggris untuk SMP"

"apa kau yakin dengan semua itu?" kataku merasa berat

"tentu, tapi, ada apa denganmu? kau terlihat sedih?" katanya memandangku dengan

mata hangatnya. aku benci dengan suasana seperti itu. aku benar-benar tak bisa

melepaskan pandanganku padanya, tapi aku juga tak bisa menutupi selamanya atas

semua yang aku rasakan. aku tak tau harus berkata apa. tak tersadar air mataku

menetes

"hey, apa kau baik-baik saja? mengapa kau menangis?" katanya terlihat khawatir.

"aku . . . "
kepalaku terasa berat, tubuhku terasa lemah, aku terjatuh pingsan tak sadarkan

diri. pandanganku sudah tak terlihat apa-apa, telingaku sudah tak mendengar

apa-apa.

~OoO~

"AWW!!" kepalaku masih terasa pusing. ternyata aku sudah terbaring di UKS. tak

terlihat seseorangpun. kulihat jam sudah menunjuk angka 15.30. tentu saja tidak

ada orang disini. ini sudah jam pulang. terlihat tas ku sudah duduk di sofa

dengan tenangnya. ku raih dia, tapi pandanganku tertuju pada kertas dibawahnya.

ku ambi dan kubaca. Itu adalah brosur universitas terkenal di kota seberang. itu

mengingatkan aku pada Rafi yang berencana akan pergi ke sana. hatiku kembali

terasa sakit. tapi, mau bagaimana lagi? aku mana mungkin melarangnya. lagi pula

siapa aku? hanya seorang teman. tak lebih dari itu.

"andai kau tau, aku tak ingin kau kesana bukan karena aku tak ingin jauh darimu.

tapi aku tak ingin kau bersamanya. wanita yang selalu menempel padamu. selalu

tersenyum padamu dan cemberut padaku. selalu baik padamu dan buruk padaku.

selalu tertawa denganmu dan mencaci padaku. aku tak ingin kau sampai jatuh hati

padanya. walau ini sedikit egois, tapi mengapa aku hidup di keadaan seperti ini?

bisakah aku pergi lebih cepat?" kataku sambil meneteskan air mataku untuk

kesekian kalinya.

"apa kau tak bosan terus menangis seperti itu?" kata Rian yang sedang menatap

wajahku dengan heran

"hey, apa yang kau lakukan disini?" kataku sedikit menutup diri atas apa yang

baru saja terjadi

"tak ada apa-apa. aku hanya sedang lewat lalu melihat malaikat sedang menangis

menjatuhkan air mata sucinya karena hal yang tidak mungkin ia selesaikan"

"apa maksudmu? aku tak mengerti" kataku pura-pura bodoh

"tidak perlu begitu. dari matamu saja aku tau kau sudah banyak sekali menangis.

aku berharap tadi adalah air mata kesedihan darimu untuk yang terakhir kali"

"bisakah kau tak berbicara aneh seperti itu. kau fikir aku mengerti?"

"kau tak perlu mengerti. cukup percaya dan bersamaku, kau akan tetap melewati

hari tanpa dia" katanya lalu memelukku

"a~apa yang kau lakukan?"

"tak apa. lagi pula seluruh siswa juga sudah pulang. CCTV juga tidak pernah

aktif. kau akan aman denganku. kupastikan itu" katanya

walau aku merasa tenang di pelukan yang Rian berikan, tapi hatiku masih cukup

terasa sakit jika kembali mengingat apa yang akan terjadi dikemudian hari. Aku

pun pulang  bersama Rian dengan motornya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
pendek kan... belum selesai loh... lain kali aku lanjutin yah... yang suka tolong sambil komen dong biar rame. mungkin mau promosiin ke temen"nya #sekalian :v

makasih udah dibaca. aku bersyukur banget <3 p="">ditunggu komennya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih udah mau mampir di blog #alakadar yang gak jelas ini :v
komentar teman semua adalah motivasi bagiku. bahasanya yang bagus yah... biar gak enek buat jawab :v